WEDAR SABDO TOMO
SINAU BARENG KANG FUAD
JALAN KELUAR WALI WALI JAWI
Wali songo itu tidak menomorsatukan cramah .mereka tidak mendekat dekati orang wahai kucing keluarlah dari got. Gak seperti di televisi ono bocah cilik dulinan di marahi ustadz. sudah sholat dzuhur kah kalian. Kalo di tv itu ustadz maha segala galanya . Bentrok apapun ustadz datang ...begini ya... Hadist Nabi Muhammad SAW. rowahu tirmidzi.... Wa abu dawud ...Qoola ... Cah cilik cilik dulinan lo di kek i hadist ... Terus mari ngono ..owh..iya pak ustadz...saya jadi insyaf. Gak onok dakwah seperti itu..dakwah wali songo itu hanya dengan beberapa orang bisa menjadi maghnit yang luar biasa. Memasukkan orang ke dalam cahaya Islam ..sementara ribuan ustadz sekarang ..membuat orang ketakutan dan lari dari islam...jadi islam yang di kenalkan oleh para wali..wali songo mengajarkan ilmu kasampurnan ...untuk mencapai tujuan yang tinggi ..manusia jawa yg menemukan kasampurnan nya sbg manusia.jadi dalam term sufistik tujuan manusia itu menjadi INSAN KAMIL. ..para wali songo ini memahami fakta yg ada di tengah masyarakat indonesia..hal itu sudah diketahui oleh syekh maulana malik ibrahim..sebelum sunan ampel datang . Wali songo ketika mengajarkan ilmu kesempurnaan untuk membentuk manusia jawa ini tentu saja kemudian syarat utamanya tidak mengasingkan orang itu dgn situasinya..dari sejarahnya..dari tradisinya..dari lingkungan geografisnya...keislaman yang tidak menghilangkan identitas ciri khas kelokalannya.ada ajaran wali songo yg menjadi dasar.. "man arofa nafsahu faqod arofa robbahu"...mengajak ke jalan tuhan.. Bukan mengajak ke agama ..bukan mengajak ke golongan dulu .karena blum mampu blum ckup kalo wadahnya..tapi jalan ke tuhan dlu yg di ajarkan .dan orang kalo pengen kenal tuhan pasti melalui dirinya . Dakwah wali songo tidak dengan cara melawan tidak tapi di ikuti term term kapitayan .term majapahit ..itu di ikuti kemudian di susun ulang oleh para wali songo di majlis wali. Nah Begitu para wali wali dulu melalui Metode yang arif melalui kisah kisah yg tidak menggurui di suatu sisi , tapi juga menceritakan kisah yg tidak asing bagi masyarakat jawa di sekitarnya tapi pada saat yg bersamaan sebenarnya masyarakat di arahkan untuk menemukan jalannya sendiri untuk menemukan tuhannya ,dari menemukan tuhannya itulah hasil dari kesempurna annya ... jadi orang pertama tama di ajarkan dididik manusianya ,ini agak berbeda dengan metode dakwah pada hari ini yg sering kali orang di ajarkan AGAMA dulu sebelum MANUSIANYA.. Nah ini akan kacau, karena belum menjadi manusia sudah beragama.
Semoga uraian ini bermanfaat ya ..
Kang fuad ..
Komentar
Posting Komentar